M U S A
Untuk menghentikan kekuasaan firaun, allah mengutus musa dengan cara menggunakan rumah-rumah sebagai tempat aktifitas atau ber-aqimudin
Qs Yunus (10 / 87) :
“Dan kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya: "Ambillah olehmu berdua beberapa buah rumah di Mesir untuk tempat tinggal bagi kaummu dan jadikanlah olehmu rumah-rumahmu itu tempat shalat dan Dirikanlah olehmu sembahyang serta gembirakanlah orang-orang yang beriman".
Musa mendapat petunjuk agar pergi bersama umatnya berdawah dengan sistem lail (malam hari), dan membuat mereka jalan. Jalan yang kering di laut.
Musa menda’wahkan wahyu ke masyarakat, sehingga terbelah 2 masyarakat, menjadi masyarakat yang menerima wahyu (pengikut musa) dan masyarakat yang menolak wahyu (pengikut firaun).
“Lalu kami wahyukan kepada Musa: "Pukullah lautan itu dengan tongkatmu". Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar”.
QS (26 / 63)
Maka terjadilah dialog antara musa, harun dan firaun.
Qs At Thaaha:
49. Berkata Fir'aun: "Maka siapakah Tuhanmu berdua, Hai Musa?
50. Musa berkata: "Tuhan kami ialah (Tuhan) yang Telah memberikan kepada tiap-tiap sesuatu bentuk kejadiannya, Kemudian memberinya petunjuk
51. Berkata Fir'aun: "Maka bagaimanakah keadaan umat-umat yang dahulu?"
52. Musa menjawab: "Pengetahuan tentang itu ada di sisi Tuhanku, di dalam sebuah kitab, Tuhan kami tidak akan salah dan tidak (pula) lupa;
53. Yang Telah menjadikan bagimu bumi sebagai hamparan dan yang Telah menjadikan bagimu di bumi itu jalan-ja]an, dan menurunkan dari langit air hujan. Maka kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam.
54. Makanlah dan gembalakanlah binatang-binatangmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu, terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang berakal.
55. Dari bumi (tanah) Itulah kami menjadikan kamu dan kepadanya kami akan mengembalikan kamu dan daripadanya kami akan mengeluarkan kamu pada kali yang lain,
56. Dan Sesungguhnya kami Telah perlihatkan kepadanya (Fir'aun) tanda-tanda kekuasaan kami semuanya Maka ia mendustakan dan enggan (menerima kebenaran).
Qs As Syu’araa
10. Dan (Ingatlah) ketika Tuhanmu menyeru Musa (dengan firman-Nya): "Datangilah kaum yang zalim itu,
11. (yaitu) kaum Fir'aun. Mengapa mereka tidak bertakwa?"
12. Berkata Musa: "Ya Tuhanku, Sesungguhnya Aku takut bahwa mereka akan mendustakan Aku.
13. Dan (karenanya) sempitlah dadaku dan tidak lancar lidahku Maka utuslah (Jibril) kepada Harun[1076].
14. Dan Aku berdosa terhadap mereka[1077], Maka Aku takut mereka akan membunuhku".
15.
16. Maka datanglah kamu berdua kepada Fir'aun dan Katakanlah olehmu: "Sesungguhnya kami adalah Rasul Tuhan semesta Alam,
17. Lepaskanlah Bani Israil (pergi) beserta kami".
18. Fir'aun menjawab: "Bukankah kami Telah mengasuhmu di antara (keluarga) kami, waktu kamu masih kanak-kanak dan kamu tinggal bersama kami beberapa tahun dari umurmu.
19. Dan kamu Telah berbuat suatu perbuatan yang Telah kamu lakukan itu dan kamu termasuk golongan orang-orang yang tidak membalas guna.
20. Berkata Musa: "Aku Telah melakukannya, sedang Aku di waktu itu termasuk orang-orang yang khilaf.
21. Lalu Aku lari meninggalkan kamu ketika Aku takut kepadamu, Kemudian Tuhanku memberikan kepadaku ilmu serta dia menjadikanku salah seorang di antara rasul-rasul.
22. Budi yang kamu limpahkan kepadaku itu adalah (disebabkan) kamu Telah memperbudak Bani Israil".
23. Fir'aun bertanya: "Siapa Tuhan semesta alam itu?"
24. Musa menjawab: "Tuhan Pencipta langit dan bumi dan apa-apa yang di antara keduanya (Itulah Tuhanmu), jika kamu sekalian (orang-orang) mempercayai-Nya".
25. Berkata Fir'aun kepada orang-orang sekelilingnya: "Apakah kamu tidak mendengarkan?"
26. Musa Berkata (pula): "Tuhan kamu dan Tuhan nenek-nenek moyang kamu yang dahulu".
27. Fir'aun berkata: "Sesungguhnya Rasulmu yang diutus kepada kamu sekalian benar-benar orang gila".
28. Musa berkata: "Tuhan yang menguasai timur dan barat dan apa yang ada di antara keduanya: (Itulah Tuhanmu) jika kamu mempergunakan akal".
29. Fir'aun berkata: "Sungguh jika kamu menyembah Tuhan selain aku, benar-benar Aku akan menjadikan kamu salah seorang yang dipenjarakan".
30. Musa berkata: "Dan apakah (kamu akan melakukan itu) kendatipun Aku tunjukkan kepadamu sesuatu (keterangan) yang nyata ?"
31. Fir'aun berkata: "Datangkanlah sesuatu (keterangan) yang nyata itu, jika kamu adalah termasuk orang-orang yang benar".
Namun firaun tak mau menerima seruan musa, bahkan menentang dan mereka beradu argumen. (Qs 20 / 57 – 69) dan (Qs26 / 32-51)
Qs As Syu’araa
32. Maka Musa melemparkan tongkatnya, lalu tiba-tiba tongkat itu (menjadi) ular yang nyata.
33. Dan ia menarik tangannya (dari dalam bajunya), Maka tiba-tiba tangan itu jadi putih (bersinar) bagi orang-orang yang melihatnya.
34. Fir'aun Berkata kepada pembesar-pembesar yang berada sekelilingnya: Sesungguhnya Musa Ini benar-benar seorang ahli sihir yang pandai,
35. Ia hendak mengusir kamu dari negerimu sendiri dengan sihirnya; Maka Karena itu apakah yang kamu anjurkan?"
36. Mereka menjawab: "Tundalah (urusan) dia dan saudaranya dan kirimkanlah ke seluruh negeri orang-orang yang akan mengumpulkan (ahli sihir),
37. Niscaya mereka akan mendatangkan semua ahli sihir yang pandai kepadamu".
38. Lalu dikumpulkan ahli-ahli sihir pada waktu yang ditetapkan di hari yang ma'lum[1080],
39. Dan dikatakan kepada orang banyak: "Berkumpullah kamu sekalian.
40. Semoga kita mengikuti ahli-ahli sihir jika mereka adalah orang-orang yang menang[1081]"
41. Maka tatkala ahli-ahli sihir datang, merekapun bertanya kepada Fir'aun: "Apakah kami sungguh-sungguh mendapat upah yang besar jika kami adalah orang-orang yang menang?"
42. Fir'aun menjawab: "Ya, kalau demikian, Sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan menjadi orang yang didekatkan (kepadaku)".
43. Berkatalah Musa kepada mereka: "Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan".
44. Lalu mereka melemparkan tali temali dan tongkat-tongkat mereka dan berkata: "Demi kekuasaan Fir'aun, Sesungguhnya kami benar-benar akan menang".
45. Kemudian Musa menjatuhkan tongkatnya Maka tiba-tiba ia menelan benda-benda palsu yang mereka ada-adakan itu[1082].
46. Maka tersungkurlah ahli-ahli sihir sambil bersujud (kepada Allah),
47. Mereka berkata: "Kami beriman kepada Tuhan semesta Alam,
48. (yaitu) Tuhan Musa dan Harun".
49. Fir'aun berkata: "Apakah kamu sekalian beriman kepada Musa sebelum Aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya dia benar-benar pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu Maka kamu nanti pasti benar-benar akan mengetahui (akibat perbuatanmu); Sesungguhnya Aku akan memotong tanganmu dan kakimu dengan bersilangan[1083] dan Aku akan menyalibmu semuanya".
50. Mereka berkata: "Tidak ada kemudharatan (bagi kami); Sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami,
51. Sesungguhnya kami amat menginginkan bahwa Tuhan kami akan mengampuni kesalahan kami, Karena kami adalah orang-orang yang pertama-tama beriman".
Argumentasi musa di gambarkan berupa tongkat yang besar yang menjadi ular besar menelan (mengalahkan) argumentasi firaun dan pengikutnya yaitu tukang2 sihir yang melemparkan argumentasi yang di gambarkan tali-tali yang berubah menjadi ular-ular kecil.
Tukang-tukang sihir firaun mengakui argumentasi musa, lalu turut menjadi pengikut musa walaupun penuh resiko.
Qs At Thaahaa
70. Lalu tukang-tukang sihir itu tersungkur dengan bersujud, seraya berkata: "Kami Telah percaya kepada Tuhan Harun dan Musa".
71. Berkata Fir'aun: "Apakah kamu Telah beriman kepadanya (Musa) sebelum Aku memberi izin kepadamu sekalian. Sesungguhnya ia adalah pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu sekalian. Maka Sesungguhnya Aku akan memotong tangan dan kaki kamu sekalian dengan bersilang secara bertimbal balik, dan Sesungguhnya Aku akan menyalib kamu sekalian pada pangkal pohon kurma dan Sesungguhnya kamu akan mengetahui siapa di antara kita yang lebih pedih dan lebih kekal siksanya".
72. Mereka berkata: "Kami sekali-kali tidak akan mengutamakan kamu daripada bukti-bukti yang nyata (mukjizat), yang Telah datang kepada kami dan daripada Tuhan yang Telah menciptakan Kami; Maka putuskanlah apa yang hendak kamu putuskan. Sesungguhnya kamu Hanya akan dapat memutuskan pada kehidupan di dunia Ini saja.
73. Sesungguhnya kami Telah beriman kepada Tuhan kami, agar dia mengampuni kesalahan-kesalahan kami dan sihir yang Telah kamu paksakan kepada kami melakukannya. dan Allah lebih baik (pahala-Nya) dan lebih kekal (azab-Nya)".
74. Sesungguhnya barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan berdosa, Maka Sesungguhnya baginya neraka jahannam. ia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup[932].
75. Dan barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan beriman, lagi sungguh-sungguh Telah beramal saleh, Maka mereka Itulah orang-orang yang memperoleh tempat-tempat yang Tinggi (mulia),
76. (yaitu) syurga 'Adn yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. dan itu adalah balasan bagi orang yang bersih (dari kekafiran dan kemaksiatan).
Qs As Syu’araa
46. Maka tersungkurlah ahli-ahli sihir sambil bersujud (kepada Allah),
47. Mereka berkata: "Kami beriman kepada Tuhan semesta Alam,
48. (yaitu) Tuhan Musa dan Harun".
49. Fir'aun berkata: "Apakah kamu sekalian beriman kepada Musa sebelum Aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya dia benar-benar pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu Maka kamu nanti pasti benar-benar akan mengetahui (akibat perbuatanmu); Sesungguhnya Aku akan memotong tanganmu dan kakimu dengan bersilangan[1083] dan Aku akan menyalibmu semuanya".
50. Mereka berkata: "Tidak ada kemudharatan (bagi kami); Sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami,
51. Sesungguhnya kami amat menginginkan bahwa Tuhan kami akan mengampuni kesalahan kami, Karena kami adalah orang-orang yang pertama-tama beriman".
setelah itu terjadilah perang secara fisik yang berakhir firaun di tenggelamkan oleh allah.
keterangan :
* lautan = masyarakat mesir
* lautan yang kering = orang yang mudah di baca/ yang di pandang bisa menerima wahyu allah
* membelah laut = membagi masyarakat menjadi 2 kelompok untuk mengetahui mana kawan dan lawan
* tongkat = wahyu
* tukang sihir = ahlul kitab
Tidak ada komentar:
Posting Komentar