| AL-AQIDAH | for everyone |
- secara bahasa (fi lughoh) aqidah adalah ikatan (uqudan), mengikat (ya'qidu - aqat)
- secara ideologi aqidah adalah ma aqad (alat pengikat), al aqad (tali buhul), aqad nikah (tali pernikahan). lihat AQ (113/4).
agar memahaminya.
Allah SWT dengan segala kebenaranya dan keagungannya sebagai mana kita lihat pada bagan, Dia adalah AL-ALIM (maha berilmu) dan AL-KHOLIQ (maha pencipta). karna telah mengajarkan Al-quran (ilmu-Nya) dan Dia telah menciptakan Manusia dan Jagat raya. Dalam hal ini telah berfirman: Allah yang maha pemurah, Dia telah mengajarkan Al,quran, Dia telah menciptakan Manusia, Dia telah mengajarkannya kenyataan, maka Al-quran itu 'ILMUnya ALLAH dan manusia itu ciptaan-Nya.
Mesti bagi manusia agar mempelajari Al-quran karna dia ILMU KHUSUS baginya tidak untuk yang lainya, untuk itu Al-quran dan manusia dua perkara yang berbeda. tetapi tidak dapat di pisahkan sama sekali, Karna Al-quran itu ILMU bagi manusia, dan manusia itu di ciptakan untuk ber Quran dan dengan ibarat lain kita katakan Al-quran itu POSITIF (+) dan Manusia itu negatif (-) maka positif tanpa negatif tak ada maknanya. dan begitupula dengan sebaliknya.
Maka karena inilah pertama kali yang di turunkan dari pada wahyu kepada hambanya adalah 'IQRO dengan kalimat perintah dari bacaan yakni Al-quran dan di namakan surat atau ayat yang pertama itu dengan AL'ALAQ, karena manusia itu di ciptakan dari 'alaq dan baginya punya kaitan dalam kehidupannya dengan Al-quran, secara mutlak. maka marilah kita selalu ingat dua perkara yang berbeda akan tetapi saling berkait sebagianya dengan sebagian yang laindan sebab iulah tidak boleh bagi manusia agar mempelajari Al-quran dan tidak dapat di pisahkan sama sekali karena sesungguhnya Al-quran itu ASMA ALLAH atau Ilmunya dan 'Alamnya yaitu fitrohnya, karena itu firman Allah ta'ala :
- Bacalah dengan asma Robmu yang menciptakan
- Dia telah menciptakan manusia dari 'alaq (kaitan)
- Bacalah dan Robmulah yang Maha Pemurah
- Yang mengajar manusia dengan perantara kalam
- Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak di ketahuinya
- Ketahuilah sesungguhnya manusi itu benar2 melampawi batas (negatif)
- Karena dia melihat dirinya serba cukup
Maka yang di madsud adalah kewajiban atas kamu ber-quran dan dia adalah asmanya dan fitrohnya dan bagi manusia berkaitan dengan secara mutlak.
Dan kemudian maka Allah dengan segala keagungannya menciptakan manusia setelah menciptakan jagad raya yaitu langit dan bumi dan apa-apa yang ada diantara keduanya.
dan begitulah seterusnya dari apa-apa yang ada dalam grafik, maka semua itu tidaklah Allah menciptakannya kecuali hanya untuk manusia agar dia menjadi KHOLIFAH baginya di bumi atau jagat raya ini.
Maka bumi bagi manusia tempat tinggal atau hamparan atau tempat berdiam dan kesenangan baginya. Liqauli ta'ala
AQ (40:64) Al Mu'min
Allah lah yang menjadikan bumi bagi kamu tempat menetap dan langit sebagai atap, dan membentuk kamu lalu membaguskan rupamu serta memberi kamu rizki dengan sebagian yang baik-baik. yang demikian itu adalah Rob-mu , Maha Agung Allah, Rob semesta alam.
Maka manusia dan bumi dua perkara yang tidak dapat di pisahkan juga karena dari padanya dia di ciptakan dan di dalamnya dia di kubur dan dari padanya dia di keluarkan dan kedalamnya dia di masukan yaitu hidup dan mati padanya, dan begitulah apa yang di butuhkannya untuk kehidupan dan kematiannya padanya, maka sungguh telah di jadikan Allah dengan kesempurnaanya dan semua itu adalah NIKMAT yang di anugrahkan kepadanya, maka itulah dia yang di madsud dengan kesenangan sampai waktu tertentu.
Maka setelah kita membicarakan sekitar kaitan manusia dengan Al-quran dan dengan bumi, juga telah kita ketahui bahwa Allah SWT menciptakan bumi hanya untuk manusia dan Al-quran di turunkan-Nya hanya untuk manusia juga. Maka demikianlah FITROHnya dan SUNAHnya, maka sesuatu yang aneh sesungguhnya jika manusia menginginkan hidup di alam ini untuk kehidupan yang baik tetapi tidak mau mewarisi bumi dan Al-quran, karena manusia punya kaitan dengan bumi dan Al-quran secara mutlak. Biar bagaimanapun dan di manapun dan dalam kondisi apapun tiga unsur itu tak boleh di pisahkan satu sama lainnya, maka apabila terpisah salah satu di antaranya rusaklah fitroh dan batalah sunah.
Al-quran :
- secara bahasa adalah bacaan.
- secara umum adalah ketetapan alami atau kalam Allah yang di turunkan kepada Rosul-Nya Muhammad saw.
- secara Syariat adalah HUDA (petunjuk) bagi manusia dan BAYYINAT (bukti/penjelas) dari petunjuk itu dan FURQON (pembeda)
- Maka yang di madsud dengan (hudan) petunjuk adalah gambaran huruf LAFIDHIAH yang BALIGHOH yang terkumpul diantara dua mushaf.
- dan bayyinat (bukti/penjelas) itu adalah gambaran huruf alam yang konkrit ialah ayat-ayat yang konkrit di alam ini.
- dan furqon (pembeda) itu ialah memisahkan antara dua yang berbeda sebagai kesimpulan dari makna-makna hudan (petunjuk) dan bayyinat (bukti).
Maka Al-quran dengan rumus tiga itu ialah apa yang di jelaskan oleh Allah dengan firmanNya:
DAn kamu tak pernah membaca sebelumnya (AQ) sesuatu kitabpun dan kamu tidak (pernah) menulis sesuatu kitab dengan tangan kananmu; andaikata (kamu pernah membaca dan menulis), benar-benar ragulah orang yang mengingkari-(mu);
Sebenarnya, AQ adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang di beri 'Ilmu, dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat kami kecuali orang-orang yang DHOLIM.
AL ankabut (29:48-49)
Maka itu, dalam masalah ini khusus di panjangkan, marilah kita perhatikan:
bacaan-bacaan di dalam prinsip tiga ini penting karena prinsip tiga itu "UKURAN KEBENARAN" , karena itu maka Hudan (petunjuk) adalah akarnya dan bayyinat (bukti) adalah batangnya, dan Furqon (pembeda) adalah buahnya. inilah dia Al-quran pada hakekatnya ialah wahyu ilahi, tidak bersura dan tidak berhuruf tetapi ayat-ayat yang konkrit dan akarnya terpelihara di dalam dada orang-orang yang di beri 'ilmu, sebagaimana yang telah Allah jelaskan.
Untuk rumus Al-quran yang tiga tersebut, bacaan berbeda-beda yang di khsuskan antara yang satu dengan yang lainya, maka bacaan HUDAN adalah dengan TADABUR (meneliti) sebagaimana firman Allah swt:
maka apakah mereka tidak meneliti/memperhatikan Al-quran ataukah hati mereka terkunci;
Muhammad (47:24)
dan bacaan BAYYINAT adalah dengan TAFKIR (dipikirkan/dianalisa) sebagaimana firma Allah swt:
Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata) : Ya Rob kami, tidaklah engkau menciptakan ini dengan sia-sia.
Ali imron (3:191)
dan bacaan FURQON adalah dengan TABAYUN (penegasan/konkrit) sebagaimana firman Allah swt :
Hai orang-orang beriman jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah/konkritkan dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan sesuatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu.
Hujurat (49:6)
Manusia :
Manusia itu ciptaan Allah satu-satunya yang di muliakannya dengan kelebihan AKAL dan Allah menjadikannya KHOLIFAH di bumi agar menjadi hambanya, tidak akan dan tidak mungkin untuk yang lainya secara mutlak. maka kemuliaanya sebagaimana di jelaskan dengan firmannya:
Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati agar kamu bersyukur.
An nahl (16:78)
Maka SAM'A (pendengaran) BASHOR (penglihatan) dan FUADA (hati) tiga anggota yang di ingatkan Nya oleh Allah dialah yang di madsud dengan AKAL bagi manusia.
Karena itu bagi manusia harus bersyukur kepada Allah karena keistimewaanya dengan syukur sebaik-baiknya serta tidak berkesudahankepadanya.
Maka akal itu bagi manusia merupakan suatu kelebihan dan dia yang menbedakan satu-satunya yang Allah bedakan dengannya atas yang lainya dan mahliknya yang Maha Suci. maka keistimewaan inilah yang temasuk dalam firman allah swt:
.......dan kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan mahluk yang telah kami ciptakan,......
Al isro (17:70)
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya, sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati semuanya itu akan di minta pertanggung jawaban.
Al isro (17:36)
Maka manusia karena kelebihanya agar tidak mengikuti apa-apa yang bukan dari Al-quran dan mengikuti hawa nafsunya dan buah pikiran orang-orang yang tidak berilmu, karena akal itu kelabihan baginya adalah di pertanyakan tentangnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar