Minggu, 21 Desember 2008

Blog EntryAL-AQIDAHApr 30, '06 6:46 PM
for everyone
pengertian aqidah

  1. secara bahasa (fi lughoh) aqidah adalah ikatan (uqudan), mengikat (ya'qidu - aqat)
  2. secara ideologi aqidah adalah ma aqad (alat pengikat), al aqad (tali buhul), aqad nikah (tali pernikahan). lihat AQ (113/4).
Aqidah itu adalah pengertian dasar-dasar DIIN dalam TAUHID lawannya SYIRIK untuk di jadikan SYARI'AH oleh manusia dan meyakininya. adapun yang di madsud dengan DIIN di sini adalah DINULLAH yang satu ialah DIIN yang HAQ. yang musti bagi kita
agar memahaminya.

Allah SWT dengan segala kebenaranya dan keagungannya sebagai mana kita lihat pada bagan, Dia adalah AL-ALIM (maha berilmu) dan AL-KHOLIQ (maha pencipta). karna telah mengajarkan Al-quran (ilmu-Nya) dan Dia telah menciptakan Manusia dan Jagat raya. Dalam hal ini telah berfirman: Allah yang maha pemurah, Dia telah mengajarkan Al,quran, Dia telah menciptakan Manusia, Dia telah mengajarkannya kenyataan, maka Al-quran itu 'ILMUnya ALLAH dan manusia itu ciptaan-Nya.

Mesti bagi manusia agar mempelajari Al-quran karna dia ILMU KHUSUS baginya tidak untuk yang lainya, untuk itu Al-quran dan manusia dua perkara yang berbeda. tetapi tidak dapat di pisahkan sama sekali, Karna Al-quran itu ILMU bagi manusia, dan manusia itu di ciptakan untuk ber Quran dan dengan ibarat lain kita katakan Al-quran itu POSITIF (+) dan Manusia itu negatif (-) maka positif tanpa negatif tak ada maknanya. dan begitupula dengan sebaliknya.

Maka karena inilah pertama kali yang di turunkan dari pada wahyu kepada hambanya adalah 'IQRO dengan kalimat perintah dari bacaan yakni Al-quran dan di namakan surat atau ayat yang pertama itu dengan AL'ALAQ, karena manusia itu di ciptakan dari 'alaq dan baginya punya kaitan dalam kehidupannya dengan Al-quran, secara mutlak. maka marilah kita selalu ingat dua perkara yang berbeda akan tetapi saling berkait sebagianya dengan sebagian yang laindan sebab iulah tidak boleh bagi manusia agar mempelajari Al-quran dan tidak dapat di pisahkan sama sekali karena sesungguhnya Al-quran itu ASMA ALLAH atau Ilmunya dan 'Alamnya yaitu fitrohnya, karena itu firman Allah ta'ala :
  1. Bacalah dengan asma Robmu yang menciptakan
  2. Dia telah menciptakan manusia dari 'alaq (kaitan)
  3. Bacalah dan Robmulah yang Maha Pemurah
  4. Yang mengajar manusia dengan perantara kalam
  5. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak di ketahuinya
  6. Ketahuilah sesungguhnya manusi itu benar2 melampawi batas (negatif)
  7. Karena dia melihat dirinya serba cukup

Maka yang di madsud adalah kewajiban atas kamu ber-quran dan dia adalah asmanya dan fitrohnya dan bagi manusia berkaitan dengan secara mutlak.

Dan kemudian maka Allah dengan segala keagungannya menciptakan manusia setelah menciptakan jagad raya yaitu langit dan bumi dan apa-apa yang ada diantara keduanya.

dan begitulah seterusnya dari apa-apa yang ada dalam grafik, maka semua itu tidaklah Allah menciptakannya kecuali hanya untuk manusia agar dia menjadi KHOLIFAH baginya di bumi atau jagat raya ini.

Maka bumi bagi manusia tempat tinggal atau hamparan atau tempat berdiam dan kesenangan baginya. Liqauli ta'ala

AQ (40:64) Al Mu'min
Allah lah yang menjadikan bumi bagi kamu tempat menetap dan langit sebagai atap, dan membentuk kamu lalu membaguskan rupamu serta memberi kamu rizki dengan sebagian yang baik-baik. yang demikian itu adalah Rob-mu , Maha Agung Allah, Rob semesta alam.

Maka manusia dan bumi dua perkara yang tidak dapat di pisahkan juga karena dari padanya dia di ciptakan dan di dalamnya dia di kubur dan dari padanya dia di keluarkan dan kedalamnya dia di masukan yaitu hidup dan mati padanya, dan begitulah apa yang di butuhkannya untuk kehidupan dan kematiannya padanya, maka sungguh telah di jadikan Allah dengan kesempurnaanya dan semua itu adalah NIKMAT yang di anugrahkan kepadanya, maka itulah dia yang di madsud dengan kesenangan sampai waktu tertentu.

Maka setelah kita membicarakan sekitar kaitan manusia dengan Al-quran dan dengan bumi, juga telah kita ketahui bahwa Allah SWT menciptakan bumi hanya untuk manusia dan Al-quran di turunkan-Nya hanya untuk manusia juga. Maka demikianlah FITROHnya dan SUNAHnya, maka sesuatu yang aneh sesungguhnya jika manusia menginginkan hidup di alam ini untuk kehidupan yang baik tetapi tidak mau mewarisi bumi dan Al-quran, karena manusia punya kaitan dengan bumi dan Al-quran secara mutlak. Biar bagaimanapun dan di manapun dan dalam kondisi apapun tiga unsur itu tak boleh di pisahkan satu sama lainnya, maka apabila terpisah salah satu di antaranya rusaklah fitroh dan batalah sunah.


Al-quran :

  • secara bahasa adalah bacaan.
  • secara umum adalah ketetapan alami atau kalam Allah yang di turunkan kepada Rosul-Nya Muhammad saw.
  • secara Syariat adalah HUDA (petunjuk) bagi manusia dan BAYYINAT (bukti/penjelas) dari petunjuk itu dan FURQON (pembeda)

  1. Maka yang di madsud dengan (hudan) petunjuk adalah gambaran huruf LAFIDHIAH yang BALIGHOH yang terkumpul diantara dua mushaf.
  2. dan bayyinat (bukti/penjelas) itu adalah gambaran huruf alam yang konkrit ialah ayat-ayat yang konkrit di alam ini.
  3. dan furqon (pembeda) itu ialah memisahkan antara dua yang berbeda sebagai kesimpulan dari makna-makna hudan (petunjuk) dan bayyinat (bukti).

Maka Al-quran dengan rumus tiga itu ialah apa yang di jelaskan oleh Allah dengan firmanNya:

DAn kamu tak pernah membaca sebelumnya (AQ) sesuatu kitabpun dan kamu tidak (pernah) menulis sesuatu kitab dengan tangan kananmu; andaikata (kamu pernah membaca dan menulis), benar-benar ragulah orang yang mengingkari-(mu);
Sebenarnya, AQ adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang di beri 'Ilmu, dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat kami kecuali orang-orang yang DHOLIM.
AL ankabut (29:48-49)


Maka itu, dalam masalah ini khusus di panjangkan, marilah kita perhatikan:

bacaan-bacaan di dalam prinsip tiga ini penting karena prinsip tiga itu "UKURAN KEBENARAN" , karena itu maka Hudan (petunjuk) adalah akarnya dan bayyinat (bukti) adalah batangnya, dan Furqon (pembeda) adalah buahnya. inilah dia Al-quran pada hakekatnya ialah wahyu ilahi, tidak bersura dan tidak berhuruf tetapi ayat-ayat yang konkrit dan akarnya terpelihara di dalam dada orang-orang yang di beri 'ilmu, sebagaimana yang telah Allah jelaskan.

Untuk rumus Al-quran yang tiga tersebut, bacaan berbeda-beda yang di khsuskan antara yang satu dengan yang lainya, maka bacaan HUDAN adalah dengan TADABUR (meneliti) sebagaimana firman Allah swt:
maka apakah mereka tidak meneliti/memperhatikan Al-quran ataukah hati mereka terkunci;
Muhammad (47:24)

dan bacaan BAYYINAT adalah dengan TAFKIR (dipikirkan/dianalisa) sebagaimana firma Allah swt:
Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata) : Ya Rob kami, tidaklah engkau menciptakan ini dengan sia-sia.
Ali imron (3:191)

dan bacaan FURQON adalah dengan TABAYUN (penegasan/konkrit) sebagaimana firman Allah swt :
Hai orang-orang beriman jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah/konkritkan dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan sesuatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu.
Hujurat (49:6)



Manusia :

Manusia itu ciptaan Allah satu-satunya yang di muliakannya dengan kelebihan AKAL dan Allah menjadikannya KHOLIFAH di bumi agar menjadi hambanya, tidak akan dan tidak mungkin untuk yang lainya secara mutlak. maka kemuliaanya sebagaimana di jelaskan dengan firmannya:

Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati agar kamu bersyukur.
An nahl (16:78)

Maka SAM'A (pendengaran) BASHOR (penglihatan) dan FUADA (hati) tiga anggota yang di ingatkan Nya oleh Allah dialah yang di madsud dengan AKAL bagi manusia.

Karena itu bagi manusia harus bersyukur kepada Allah karena keistimewaanya dengan syukur sebaik-baiknya serta tidak berkesudahankepadanya.

Maka akal itu bagi manusia merupakan suatu kelebihan dan dia yang menbedakan satu-satunya yang Allah bedakan dengannya atas yang lainya dan mahliknya yang Maha Suci. maka keistimewaan inilah yang temasuk dalam firman allah swt:

.......dan kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan mahluk yang telah kami ciptakan,......
Al isro (17:70)

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya, sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati semuanya itu akan di minta pertanggung jawaban.
Al isro (17:36)

Maka manusia karena kelebihanya agar tidak mengikuti apa-apa yang bukan dari Al-quran dan mengikuti hawa nafsunya dan buah pikiran orang-orang yang tidak berilmu, karena akal itu kelabihan baginya adalah di pertanyakan tentangnya.

kebenaran bukan pembenaran


Blog Entrykebenaran bukan pembenaran. ( I )May 30, '06 6:03 PM
for everyone
Yang demikian itu adalah karena allah telah menurunkan alkitab dengan membawa kebenaran dan sesungguhnya orang orang yang berselisih tentang kebenaran alkitab itu, benar benar dalam penyimpangan yang jauh (al baqarah 2:176)

Hanya sebuah musahabah apa yang telah di tuduhkan penulis penulis jahiliyah terhadap kepribadian beberapa nabi dalam alkitab. mohon maaf bila ada yang berlainan pemahaman.
karena penulis juga hanya seorang insan yang fa'na. mohon bimbingannya.

Tuduhan Alkitab kepada:
  1. Nuh. as
(Kejadian 9/20-25) : "Ham mengolok-olok Nuh, bapanya, takala Nuh mabuk. nuh mengutuki Ham dan memberkati Sem dan Yafet.
(...........nuh minum anggur-mabuk-telanjang dalam kemahnya-ham memanggil ke 2 saudaranya dari luar-sem dan yafet menutupi aurat bapanya.
setelah sadar berkatalah nuh : terkutuklah kanaan, hendaklah ia menjadi hamba hina bagi saudara2nya, ...........)
Nuh mabuk & bugil serta mengutuk si bungsu Ham.

sedangkan dalam (Kejadian 6/10): di sebutkan nuh mempunya 3 anak
  1. SEM = anak nuh pertama, moyang Abraham kakek dari Yaqub asal bangsa israel
  2. HAM = anak nuh ke 2, moyang dari suku Gipty, Mesir, Filistin.
  3. YAFET = anak nuh no 3.
di sini ada kontradiksi antara kejadian 9/20-25 dengan kejadian 6/10. apakah mungkin nuh yang sedang mabuk, tak tahu dan lupa urutan anaknya dan nama anak-anaknya sendiri...? bila si bungsu yang dilaknat mengapa Ham yang anak ke 2, bukanya Yafet.

ingat Sem menurunkan bangsa israel sedangkan Ham menurunkan bangsa mesir,filistin. apakah menciptakan imej bahwa Bangsa Israel keturunan mulia dan bangsa pilihan tuhan. dan dendam pribadi kepada bangsa mesir ( pernah memperbudak bangsa israel zaman ramses) dan bangsa Filistin ( sebagai musuh abadi bangsa israel). menciptakan mereka adalah keturunan terkutuk.

jika seorang nuh mabuk dan bugil maka apa salahnya apabila para pengikut ajaran moral alkitab juga akan ikut memasyarakatkan aktif ( mabuk & bugil) kemudian hari. karena telah memiliki sebuah referensi pembenaran atas tindakan yang mereka lakukan itu.
nuh mabuk dan bugil, kenapa umatnya tidak..! penghinaan itu di tujukan kepada tuhan karna memiliki nabi seorang pemabuk.

dalam alquran (As. Shafaat 37 / 78-79): Dan kami abadikan kepada Nuh (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian. kesejahteraan di limpahkan atas Nuh di seluruh alam.




1. ABRAHAM / IBRAHIM.

  • Pengorbanan seorang Putra
Menurut kepercayaan yudea dan nasrani bahwa putra yang di korbankan adalah ishaq (Kejadian 22/1-2), berbeda dengan pemahaman mayoritas muslim bahwa ismail lah putra yang di korbankan. QS (As,Shafat / 100 - 103). Dalam (QS ibrahim / 39) : abraham mempunyai 2 putra pertama adalah ismail dan yang ke dua adalah ishaq.

Peristiwa pengorbanan anak abraham mempunyai makna besar. kenapa ?. Karena pengorbanan Abraham dan putranya membuat memiliki kedudukan yang mulia di sisi Allah. Menurut Alkitab setelah putra Abraham As sabar terhadap ujian yang berasal dari tuhan. tuhan akan menjanjikan melalui benih keturunannya semua bangsa akan mendapat berkat. (Kejadian 22/16-18).
Siapa putra ibrahim yang di korbankan itu ?

  • Putra Tunggal
"Ambilah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi yaitu Ishaq" (Kjd 22/1-2). Berarti putra yang di uji adalah putra tunggal. Putra Tunggal adalah satu satunya anak yang dimiliki seseorang. bahasa ibraninya Yachiyd (yaw kheed). bahasa inggrisnya only child, desolate, solitary. bahasa indonesianya anak satu-satunya.

Anak satu-satunya pada saat itu siapa ?
untuk mengetahui jawab nya kita telusuri alkitab.

Siapa yang lahir pertama kali ? jawabnya adalah Ismail.
  1. (Kjd 16/15-16) : Abraham 85 tahun dan Hagar 75 tahun sat melahirkan Ismail
  2. (Kjd 21/2-3,5) : Abraham 100 tahun dan Sara 90 tahun saat melahirkan Ishaq
Perbedaan umur antara Ismail dan Ishaq adalah 15 tahun. Ismail di sebut anak tunggal karna waktu kejadian Pengorbanan tersebut Ishaq belum lahir.

  • Kapan peristiwa pengorbanannya terjadi.
Menurut alkitab peristiwa itu terjadi setelah ke2 putra Abraham di lahirkan, tetapi mengapa Abraham masih di sebut orang tua yang memiliki anak tunggal bila sudah memiliki 2 anak.
"Anak Tunggal" di sini adalah kiasan. (Kjd 21/10-12).
Jika pernyataan di atas memang benar-benar sebuah firman tuhan, maka tuhan telah kontradiktif dengan ucapan sendiri pada pernyataan yang telah di sampaikan olehNya setelah peristiwa pengorbanan. (Kjd 22/16) merupakan point penting : "kau tak segan2 mengorbankan anakmu yang tunggal kepadaku".
  1. Apabila yang di madsud tuhan (Kjd 21/12) selanjutnya (Kjd 22/16) sebenarnya telah terjadi bantahan terhadap argumen maknawi kiasan itu sendiri. Apabila firman tuhan "Ambilah anakmu yang tunggal itu", mengapa pada ayat selanjutnya tuhan masih memberitahukan (Kjd 22/16) pernyataan ini. Memastikan bahwa madsud tuhan menyebut "Anak Tunggal" adalah maksud sebenarnya bukan kiasan. Karna bila kiasan " Anak Tunggal " - maka tuhan seharusnya menyebut (Kjd 22/16) adalah anak yang ke -2 bukan anak tunggal lagi, untuk menyatakan pernyataan pernyataan pertama adalah subuah kiasan.
  2. Perintah Allah untuk menyembelih putra ibrahim adalah sebuah cobaan besar untuk menguji ketabahan dan kesabaran mereka. (Kjd 21/12) ingat ayat ini turun sebelum allah menguji mereka. kepada Abraham setelah ke-2 putra Abraham lahir bahwa keturunan dari ishaq bukan Ismail. berarti Abraham mengetahui bahwa ia tetap akan memiliki keturunan dari Ishaq di kemudian hari. berarti Abraham sudah mengetahui bahwa putranya akan di selamatkan dan di gantikan domba. bahwa ishaq tak akan di korbankan. Apakah peristiwa ini dapat di sebut cobaan besar bagi Abraham ?
  3. Yang mengherankan juga sikap Abraham yang telah berbohong pada putranya, saat akan di uji tuhan. mengapa ?. (Kjd 22/6-7) : "................3 hari berjalan dari Barsyeba - Abraham dan Ishaq mendaki gunung - (ishaq bertanya) : di sini sudah ada api dan kayu, tetapi dimanakah anak domba untuk korban bakaran itu ?. - (abraham menjawab) Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya anaku"........menurut ayat tersebut Ishaq tak tau akan di sembelih, Abraham memiliki pisau. kemudian menenangkan anaknya yang mungkin takut (pisau+api) di jawab dengan dusta, ibrahim mengetahui akan di gantikan dengan domba. sungguh aneh !
  • Kesimpulan :
  1. Adalah sebuah skenario yang di mainkan Allah, Malaikat, Domba dan Abraham untuk menakuti dan membodohi Ishaq.
  2. (Kjd 22/2) : istilah Anak tunggal lebih dekat ke Ismail, karna ismail satu-satunya anak ibrahim saat pengorbanan itu, dan ishaq belum lahir.
  3. mengapa umat yahudi tergiur mengganti nama dari Ismail ke Ishaq ? . karena (Kjd 22/18) semua bangsa mendapat berkat darinya.
  • Bukti
  1. (Kjd 22/19) : setelah pengorbanan Abraham pulang bersama putranya ke Barsyeba. (ke tempat hagar ibu Ismail tinggal)
  2. (Kjd 22/14) : Hagar di usir dan tinggal di Barsyeba.
  3. (Kjd 13/18) : Sara ibu Ishaq tinggal di Mamre
  4. (Kjd 23/2, 19) : Sarah dan Ishaq tinggal di Mamre

Fakta Laut Dalam (Deskripsi Ilmiah An-Nur:40)

(Sumber: OceanExplorer)

Dipublikasikan: Verin

Laut dalam (deep sea) adalah bagian dari laut yang sangat gelap. Hingga
saat ini, laut dalam masih merupakan misteri bagi manusia. Penelitian
di laut dalam sendiri hingga saat ini masih sangat terbatas. Beberapa
penelitian menarik yang baru-baru ini dilakukan oleh para peneliti
tentang laut dalam dapat dilihat di OceanExplorer.

Hal yang menarik, adalah ketika kita coba membuka Al-Quran surat An-Nur (surat ke-24) ayat 40, yang artinya:

atau seperti
gelap gulita di lautan dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya
ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih
bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat
melihatnya, (dan) barang siapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh
Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun”.


Ada beberapa hal yang secara ilmiah menarik untuk dibahas yaitu:
1. mengenai gelap gulitanya lautan dalam,
2. ombak yang di atasnya ombak (pula),
3. gelap gulita yang tindih-bertindih,
4. apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya
5. barang siapa yang tiada diberi cahaya, tiadalah ia mempunyai cahaya sedikitpun.

Pada tulisan kali ini, bersumber dari fakta ilmiah yang ada, adapun poin 2 akan dibahas kemudian pada artikel yang lain.
Gelap gulitanya laut dalam (deep sea) telah diakui secara ilmiah
oleh para ilmuwan. Menurut para ilmuwan, air tidak hanya merubah warna
sinar matahari, tapi ia juga secara dramatis merubah intensitasnya
(kekuatannya). Di laut terbuka yang jernih, cahaya tampak (spektrum
cahaya yang bisa dilihat oleh mata manusia), berkurang 10 kali setiap
penambahan kedalaman 75 meter. Artinya, pada kedalaman 75 meter
terangnya cahaya hanya tinggal 10% dibanding di permukaan, dan pada
kedalaman 150 meter hanya tinggal 1% saja.

Kondisi cahaya akan mempengaruhi fungsi penglihatan manusia dan
ikan-ikanan. Mata manusia, sebagai contoh, berfungsi dengan baik pada
saat terang seperti siang hari hingga pada saat hanya terdapat bintang
di langit, dengan kisaran kira-kira sebesar 12 orde magnitudo dimana
setiap orde menyatakan 10 kali perbedaan. Jadi, secara teori, jika
intensitas cahaya di laut berkurang 10 kali setiap penambahan 75 meter,
maka mata manusia hanya akan mampu melihat hingga kedalaman 900 meter
saja. Sementara itu, mata ikan laut dalam diperkirakan dapat berfungsi
hingga kedalaman 1000 meter. Namun demikian, mata ikan memiliki
kemampuan adaptasi yang sangat baik dan barangkali 10 hingga 100 kali
lebih sensitif daripada mata manusia. Di kedalam lebih dari 1000 meter,
ada beberapa binatang yang memiliki fungsi penglihatan yang mampu
mendeteksi bioluminescence (emisi cahaya oleh organisme hidup).

Makhluk laut yang mampu membuat cahaya terdapat di mana-mana.
Bioluminescence sendiri merupakan hal yang lumrah karena ia memberikan
kemampuan untuk mempertahankan diri yang sangat berarti bagi binatang
yang bersangkutan. Di darat kita mengenal fenomena ini pada
kunang-kunang. Cahaya ini membantu binatang untuk mencari makanan,
menarik perhatian pasangannya dan mempertahankan diri dari serangan
pemangsanya.

Kesimpulannya:
1. Pengurangan intensitas cahaya 10 kali dengan penambahan
kedalaman 75 meter, menjadikan laut dalam adalah tempat yang gelap
gulita, selain itu pengurangan intensitas terhadap kedalaman ini
menjadikan laut dalam mengalami kegelapan yang berlapis-lapis
(tindih-bertindih).

2. Kedalaman laut rata-rata adalah 3795 meter, artinya mata manusia
sudah tidak akan sanggup untuk melihat apapun di laut dalam, karena
secara teori manusia hanya akan mampu melihat hingga kedalaman 900
meter saja. Hal ini yang dalam surat An-Nur diumpamakan sebagai tak
mampu melihat tangannya sendiri.

3. Fenomena bioluminescence menunjukkan bahwa para penghuni laut
dalam masih mampu untuk melakukan aktivitas sebagai makhluk hidup
meskipun ia tinggal di kondisi yang gelap gulita. Hal ini karena mereka
diberi kemampuan untuk membuat cahaya secara alamiah. Hal ini yang
dalam surat An-Nur digambarkan dengan kalimat: barang siapa yang tiada
diberi cahaya, tiadalah ia mempunyai cahaya sedikitpun. Artinya: barang
siapa yang diberi cahaya, maka ia akan mempunyai cahaya. Sepertinya ini
sebuah gaya bahasa yang sangat puitis dalam menggambarkan sesuatu.

Daftar Pustaka:
1. Quran Viewer versi 2.9, Jamal Al-Nasir, DivineIslam.com, 2002.
2. The Oceans, Ellen J. Prager, McGraw-Hill, 2000.
3. Deep Light, Edith Widde, Ocean Explorer, 2005.

Gambar di atas memberikan
ilustrasi dasar bagaimana cahaya dengan warna-warna yang berbeda
menembus air laut. Air akan menyerap warna-warna hangat seperti merah
dan jingga (cahaya dengan panjang gelombang yang panjang) dan
menghamburkan warna yang lebih dingin (cahaya dengan panjang gelombang
yang pendek). (Sumber: OceanExplorer)
-----------------------------------------------------------------------------------------------





Ombak yang di atasnya ombak Fakta Laut Dalam




Dalam bidang oseanografi, fenomena ombak yang di atasnya ombak dikenal
sebagai gelombang internal (internal wave). Fenomena ini juga ada dalam
bidang meteorologi, dimana gelombang menjalar pada lapisan antar muka
antara udara yang hangat dan dingin (lihat gambarnya di sini dan sini,
karena kedua bidang ilmu ini memang memiliki banyak kesamaan yaitu
sama-sama berkecimpung dengan fluida. Para ahli meteorologi lebih
banyak berkecimpung dengan fluida dalam bentuk gas yaitu atmosfer,
sedangkan para ahli oseanografi lebih banyak berkecimpung dengan fluida
dalam bentuk cair yaitu air laut.

Pembahasan mengenai gelombang dalam oseanografi secara umum dapat
dibagi menjadi 2 bagian yaitu gelombang permukaan dan gelombang
internal. Gelombang permukaan adalah fenomena yang akan kita temui
ketika mengamati permukaan air laut, dan biasa disebut sebagai ombak.
Salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya ombak adalah hembusan
angin, disamping ada pula faktor lain seperti pasang surut laut yang
terjadi akibat adanya gaya tarik bulan dan matahari.

Sementara itu, gelombang internal terbentuk akibat adanya perbedaan
rapat massa atau densitas air laut dengan gaya pembangkit yang dapat
berasal dari angin, pasang surut atau bahkan gerakan kapal laut.
Densitas air laut dipengaruhi oleh tiga parameter yaitu salinitas,
temperatur dan tekanan (silahkan klik pada masing-masing parameter
tersebut untuk uraian yang lebih terperinci). Perbedaan densitas akan
mengakibatkan air laut menjadi berlapis-lapis, dimana air dengan
densitas yang lebih besar akan berada di bawah air dengan densitas yang
lebih kecil. Kondisi ini akan menyebabkan adanya lapisan antar muka
(interface) dimana jika terjadi gangguan dari luar (oleh gaya
pembangkit yang ada) akan timbul gelombang antar lapisan yang tidak
mempengaruhi gelombang di permukaan.

Gelombang internal ini tidak akan bisa kita lihat karena ia terjadi di
lapisan dalam, namun dapat dideteksi dengan cara melakukan pengamatan
atau pengukuran langsung piknoklin (lapisan dimana densitas air laut
berubah secara cepat terhadap kedalaman) atau termoklin (lapisan dimana
temperatur air laut berubah secara cepat terhadap kedalaman) dengan
menggunakan sensor-sensor pengukuran temperatur dan salinitas air laut,
kecepatan arus laut, atau peralatan akustik seperti sonar. Secara
visual, ia baru bisa dilihat jika kita melakukan percobaan di
laboratorium atau mengamatinya dari udara atau ruang angkasa dengan
menggunakan teknologi penginderaan jauh (remote sensing). Bagian
terakhir inilah yang perlu kita garis bawahi dan mendapatkan perhatian
lebih. Bagaimana sebuah fenomena alam yang dalam mengungkapkannya
diperlukan teknologi yang canggih, sudah tertulis secara jelas dan
eksplisit dalam Al-Quran sebelum teknologi itu ada.
Agusset.worldpress.com




F I R A U N dan MUSA

Oleh: Lutfita.
Di Punlikasikan: Verin


Fir'aun atau Pharao atau Pharaoh (פַּרְעֹה, Ibrani Baku Parʿo, Ibrani Tiberias Parʿōh) adalah gelar bagi para raja-raja Mesir pada Masa Mesir kuno. Fir'aun diyakini berasal dari kata Pharao. Sedangkan kata fir'aun dalam bahasa Indonesia adalah bentuk dalam bahasa Arab dari kata ini. Akhirnya kata ini berasal dari bahasa Mesir Pr-Aa yang artinya adalah "Rumah Besar".



Firaun adalah simbol, identik dengan para pemimpin yang membuat kerusakan dimuka bumi. ciri pemimpin yang berpolah tikah laku bak firaun. Allah nyatakan cirinya didalam

(QS Al
Qashash (28/4) :

“Sesungguhnya Fir'aun Telah berbuat sewenang-wenang di muka bumi dan menjadikan penduduknya berpecah belah, dengan menindas segolongan dari mereka, menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak-anak perempuan mereka. Sesungguhnya Fir'aun termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan”.

* Membuat sewenang-wenang di muka bumi, tidak adil dan amanah
* Membuat masyarakatnya berpecah belah, berfirqoh-firqoh
* Menindas segolongan dari mereka, belah bambu-menjungjung golongannya dan menginjak sebagian golongan yang lainnya.
* Membunuh anak laki-laki mereka, membunuh keberanian
* Membiarkan hidup perempuan mereka, memupuk rakyatnya bermental cemen
* Membuat kerusakan di mika bumi
* Menyesatkan kaumnya.


Berkata Musa: "Hai Harun, apa yang menghalangi kamu ketika kamu melihat mereka Telah sesat, QS At Thahaa (20 / 92)

Figure, Jasad firaun di abadikan untuk menjadi pelajaran generasi mendatang. Qs Yunus (10 / 92) :

“Maka pada hari Ini kami selamatkan badanmu, supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan Sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan kami “.


Akibat kesombongan firaun, sehingga dia merasa tidak ada yang berhak untuk mengatur dirinya, dan masyarakatnya di atur oleh peraturannya. Dan dia merasa peraturannya tidak ada yang menandinginya dan berlaku abadi.

Dengan keangkuhannya tersebut dia menyatakan : “AKULAH TUHANMU YANG PALING TINGGI.....” Qs An Nazi’at (79 / 24)

Hanya peraturannya lah yang paling tinggi.
Dengan pernyataannya itu ia bermadsud membunuh anak laki-laki dan membiarkan anak perempuan .

Kediktaktoran firaun membekar rakyat kecil dengan dalih pembangunan yang di gunakan untuk memonitor orang-orang yang ingin menandinginya. Firaun tak mau tahu dengan konsep selain ideologinya, dia menyangka bahwa dirinya akan abadi. Akhirnya allah menenggelamkan kekuasaanya bersama bala tentaranya.
At Thaahaa (20 / 78-79) & Qs Al Qashash (28 / 38-42) :


“Dan Berkata Fir'aun: "Hai pembesar kaumku, Aku tidak mengetahui Tuhan bagimu selain Aku. Maka bakarlah Hai Haman untukku tanah liat, Kemudian buatkanlah untukku bangunan yang Tinggi supaya Aku dapat naik melihat Tuhan Musa, dan Sesungguhnya Aku benar-benar yakin bahwa dia termasuk orang-orang pendusta".

39. Dan berlaku angkuhlah Fir'aun dan bala tentaranya di bumi (Mesir) tanpa alasan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka tidak akan dikembalikan kepada kami.
40. Maka kami hukumlah Fir'aun dan bala tentaranya, lalu kami lemparkan mereka ke dalam laut. Maka Lihatlah bagaimana akibat orang-orang yang zalim.
41. Dan kami jadikan mereka pemimpin-pemimpin yang menyeru (manusia) ke neraka dan pada hari kiamat mereka tidak akan ditolong.
42. Dan kami ikutkanlah laknat kepada mereka di dunia ini; dan pada hari kiamat mereka termasuk orang-orang yang dijauhkan (dari rahmat Allah)”.



Kekuasaan firaun kelihatannya bersatu, secara lahiriyah terlihat kompak kerja samanya, tetapi sesungguhnya di dalamnya terdapat permusuhan – permusuhan, pertentangan intern yang sangat hebat. Hati mereka terpecah belah ibarat permainan kartu.
Qs Al Waqiaah (56 / 14)


Akhirnya kekuasaanya tenggelam, punah dengan diutusnya musa.
Qs Asy Syua’raa (26 / 63-66)






M U S A


Untuk menghentikan kekuasaan firaun, allah mengutus musa dengan cara menggunakan rumah-rumah sebagai tempat aktifitas atau ber-aqimudin

Qs Yunus (10 / 87) :

“Dan kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya: "Ambillah olehmu berdua beberapa buah rumah di Mesir untuk tempat tinggal bagi kaummu dan jadikanlah olehmu rumah-rumahmu itu tempat shalat dan Dirikanlah olehmu sembahyang serta gembirakanlah orang-orang yang beriman".

Musa mendapat petunjuk agar pergi bersama umatnya berdawah dengan sistem lail (malam hari), dan membuat mereka jalan. Jalan yang kering di laut.

Musa menda’wahkan wahyu ke masyarakat, sehingga terbelah 2 masyarakat, menjadi masyarakat yang menerima wahyu (pengikut musa) dan masyarakat yang menolak wahyu (pengikut firaun).

“Lalu kami wahyukan kepada Musa: "Pukullah lautan itu dengan tongkatmu". Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar”.
QS (26 / 63)


Maka terjadilah dialog antara musa, harun dan firaun.

Qs At Thaaha:
49. Berkata Fir'aun: "Maka siapakah Tuhanmu berdua, Hai Musa?
50. Musa berkata: "Tuhan kami ialah (Tuhan) yang Telah memberikan kepada tiap-tiap sesuatu bentuk kejadiannya, Kemudian memberinya petunjuk
51. Berkata Fir'aun: "Maka bagaimanakah keadaan umat-umat yang dahulu?"
52. Musa menjawab: "Pengetahuan tentang itu ada di sisi Tuhanku, di dalam sebuah kitab, Tuhan kami tidak akan salah dan tidak (pula) lupa;
53. Yang Telah menjadikan bagimu bumi sebagai hamparan dan yang Telah menjadikan bagimu di bumi itu jalan-ja]an, dan menurunkan dari langit air hujan. Maka kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam.
54. Makanlah dan gembalakanlah binatang-binatangmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu, terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang berakal.
55. Dari bumi (tanah) Itulah kami menjadikan kamu dan kepadanya kami akan mengembalikan kamu dan daripadanya kami akan mengeluarkan kamu pada kali yang lain,
56. Dan Sesungguhnya kami Telah perlihatkan kepadanya (Fir'aun) tanda-tanda kekuasaan kami semuanya Maka ia mendustakan dan enggan (menerima kebenaran).

Qs As Syu’araa
10. Dan (Ingatlah) ketika Tuhanmu menyeru Musa (dengan firman-Nya): "Datangilah kaum yang zalim itu,
11. (yaitu) kaum Fir'aun. Mengapa mereka tidak bertakwa?"
12. Berkata Musa: "Ya Tuhanku, Sesungguhnya Aku takut bahwa mereka akan mendustakan Aku.
13. Dan (karenanya) sempitlah dadaku dan tidak lancar lidahku Maka utuslah (Jibril) kepada Harun[1076].
14. Dan Aku berdosa terhadap mereka[1077], Maka Aku takut mereka akan membunuhku".
15.
16. Maka datanglah kamu berdua kepada Fir'aun dan Katakanlah olehmu: "Sesungguhnya kami adalah Rasul Tuhan semesta Alam,
17. Lepaskanlah Bani Israil (pergi) beserta kami".
18. Fir'aun menjawab: "Bukankah kami Telah mengasuhmu di antara (keluarga) kami, waktu kamu masih kanak-kanak dan kamu tinggal bersama kami beberapa tahun dari umurmu.
19. Dan kamu Telah berbuat suatu perbuatan yang Telah kamu lakukan itu dan kamu termasuk golongan orang-orang yang tidak membalas guna.
20. Berkata Musa: "Aku Telah melakukannya, sedang Aku di waktu itu termasuk orang-orang yang khilaf.
21. Lalu Aku lari meninggalkan kamu ketika Aku takut kepadamu, Kemudian Tuhanku memberikan kepadaku ilmu serta dia menjadikanku salah seorang di antara rasul-rasul.
22. Budi yang kamu limpahkan kepadaku itu adalah (disebabkan) kamu Telah memperbudak Bani Israil".
23. Fir'aun bertanya: "Siapa Tuhan semesta alam itu?"
24. Musa menjawab: "Tuhan Pencipta langit dan bumi dan apa-apa yang di antara keduanya (Itulah Tuhanmu), jika kamu sekalian (orang-orang) mempercayai-Nya".
25. Berkata Fir'aun kepada orang-orang sekelilingnya: "Apakah kamu tidak mendengarkan?"
26. Musa Berkata (pula): "Tuhan kamu dan Tuhan nenek-nenek moyang kamu yang dahulu".
27. Fir'aun berkata: "Sesungguhnya Rasulmu yang diutus kepada kamu sekalian benar-benar orang gila".
28. Musa berkata: "Tuhan yang menguasai timur dan barat dan apa yang ada di antara keduanya: (Itulah Tuhanmu) jika kamu mempergunakan akal".
29. Fir'aun berkata: "Sungguh jika kamu menyembah Tuhan selain aku, benar-benar Aku akan menjadikan kamu salah seorang yang dipenjarakan".
30. Musa berkata: "Dan apakah (kamu akan melakukan itu) kendatipun Aku tunjukkan kepadamu sesuatu (keterangan) yang nyata ?"
31. Fir'aun berkata: "Datangkanlah sesuatu (keterangan) yang nyata itu, jika kamu adalah termasuk orang-orang yang benar".
Namun firaun tak mau menerima seruan musa, bahkan menentang dan mereka beradu argumen. (Qs 20 / 57 – 69) dan (Qs26 / 32-51)

Qs As Syu’araa
32. Maka Musa melemparkan tongkatnya, lalu tiba-tiba tongkat itu (menjadi) ular yang nyata.
33. Dan ia menarik tangannya (dari dalam bajunya), Maka tiba-tiba tangan itu jadi putih (bersinar) bagi orang-orang yang melihatnya.
34. Fir'aun Berkata kepada pembesar-pembesar yang berada sekelilingnya: Sesungguhnya Musa Ini benar-benar seorang ahli sihir yang pandai,
35. Ia hendak mengusir kamu dari negerimu sendiri dengan sihirnya; Maka Karena itu apakah yang kamu anjurkan?"
36. Mereka menjawab: "Tundalah (urusan) dia dan saudaranya dan kirimkanlah ke seluruh negeri orang-orang yang akan mengumpulkan (ahli sihir),
37. Niscaya mereka akan mendatangkan semua ahli sihir yang pandai kepadamu".
38. Lalu dikumpulkan ahli-ahli sihir pada waktu yang ditetapkan di hari yang ma'lum[1080],
39. Dan dikatakan kepada orang banyak: "Berkumpullah kamu sekalian.
40. Semoga kita mengikuti ahli-ahli sihir jika mereka adalah orang-orang yang menang[1081]"
41. Maka tatkala ahli-ahli sihir datang, merekapun bertanya kepada Fir'aun: "Apakah kami sungguh-sungguh mendapat upah yang besar jika kami adalah orang-orang yang menang?"
42. Fir'aun menjawab: "Ya, kalau demikian, Sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan menjadi orang yang didekatkan (kepadaku)".
43. Berkatalah Musa kepada mereka: "Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan".
44. Lalu mereka melemparkan tali temali dan tongkat-tongkat mereka dan berkata: "Demi kekuasaan Fir'aun, Sesungguhnya kami benar-benar akan menang".
45. Kemudian Musa menjatuhkan tongkatnya Maka tiba-tiba ia menelan benda-benda palsu yang mereka ada-adakan itu[1082].
46. Maka tersungkurlah ahli-ahli sihir sambil bersujud (kepada Allah),
47. Mereka berkata: "Kami beriman kepada Tuhan semesta Alam,
48. (yaitu) Tuhan Musa dan Harun".
49. Fir'aun berkata: "Apakah kamu sekalian beriman kepada Musa sebelum Aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya dia benar-benar pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu Maka kamu nanti pasti benar-benar akan mengetahui (akibat perbuatanmu); Sesungguhnya Aku akan memotong tanganmu dan kakimu dengan bersilangan[1083] dan Aku akan menyalibmu semuanya".
50. Mereka berkata: "Tidak ada kemudharatan (bagi kami); Sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami,
51. Sesungguhnya kami amat menginginkan bahwa Tuhan kami akan mengampuni kesalahan kami, Karena kami adalah orang-orang yang pertama-tama beriman".

Argumentasi musa di gambarkan berupa tongkat yang besar yang menjadi ular besar menelan (mengalahkan) argumentasi firaun dan pengikutnya yaitu tukang2 sihir yang melemparkan argumentasi yang di gambarkan tali-tali yang berubah menjadi ular-ular kecil.

Tukang-tukang sihir firaun mengakui argumentasi musa, lalu turut menjadi pengikut musa walaupun penuh resiko.

Qs At Thaahaa
70. Lalu tukang-tukang sihir itu tersungkur dengan bersujud, seraya berkata: "Kami Telah percaya kepada Tuhan Harun dan Musa".
71. Berkata Fir'aun: "Apakah kamu Telah beriman kepadanya (Musa) sebelum Aku memberi izin kepadamu sekalian. Sesungguhnya ia adalah pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu sekalian. Maka Sesungguhnya Aku akan memotong tangan dan kaki kamu sekalian dengan bersilang secara bertimbal balik, dan Sesungguhnya Aku akan menyalib kamu sekalian pada pangkal pohon kurma dan Sesungguhnya kamu akan mengetahui siapa di antara kita yang lebih pedih dan lebih kekal siksanya".
72. Mereka berkata: "Kami sekali-kali tidak akan mengutamakan kamu daripada bukti-bukti yang nyata (mukjizat), yang Telah datang kepada kami dan daripada Tuhan yang Telah menciptakan Kami; Maka putuskanlah apa yang hendak kamu putuskan. Sesungguhnya kamu Hanya akan dapat memutuskan pada kehidupan di dunia Ini saja.
73. Sesungguhnya kami Telah beriman kepada Tuhan kami, agar dia mengampuni kesalahan-kesalahan kami dan sihir yang Telah kamu paksakan kepada kami melakukannya. dan Allah lebih baik (pahala-Nya) dan lebih kekal (azab-Nya)".
74. Sesungguhnya barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan berdosa, Maka Sesungguhnya baginya neraka jahannam. ia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup[932].
75. Dan barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan beriman, lagi sungguh-sungguh Telah beramal saleh, Maka mereka Itulah orang-orang yang memperoleh tempat-tempat yang Tinggi (mulia),
76. (yaitu) syurga 'Adn yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. dan itu adalah balasan bagi orang yang bersih (dari kekafiran dan kemaksiatan).

Qs As Syu’araa
46. Maka tersungkurlah ahli-ahli sihir sambil bersujud (kepada Allah),
47. Mereka berkata: "Kami beriman kepada Tuhan semesta Alam,
48. (yaitu) Tuhan Musa dan Harun".
49. Fir'aun berkata: "Apakah kamu sekalian beriman kepada Musa sebelum Aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya dia benar-benar pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu Maka kamu nanti pasti benar-benar akan mengetahui (akibat perbuatanmu); Sesungguhnya Aku akan memotong tanganmu dan kakimu dengan bersilangan[1083] dan Aku akan menyalibmu semuanya".
50. Mereka berkata: "Tidak ada kemudharatan (bagi kami); Sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami,
51. Sesungguhnya kami amat menginginkan bahwa Tuhan kami akan mengampuni kesalahan kami, Karena kami adalah orang-orang yang pertama-tama beriman".
setelah itu terjadilah perang secara fisik yang berakhir firaun di tenggelamkan oleh allah.
keterangan :
* lautan = masyarakat mesir
* lautan yang kering = orang yang mudah di baca/ yang di pandang bisa menerima wahyu allah
* membelah laut = membagi masyarakat menjadi 2 kelompok untuk mengetahui mana kawan dan lawan
* tongkat = wahyu
* tukang sihir = ahlul kitab